Minggu, 15 April 2012

Teknik Video Editing (Terutama menggunakan Adobe Premiere)

  • Capture video anda
  • Pisahkan pada bin atau folder yang berbeda pada setiap scene, audio, title, dll anda. Jangan dicampur dalam 1 bin
  • Buat backup pada file-file anda. Baik file source maupun file project. INI PENTING!!!
  • Setelah anda simpan project anda, pastikan anda menuliskan path penyimpanan project tersebut dalam sebuah editor text, sehingga memudahkan anda untuk mencarinya kembali dikemudian hari.
  • Buat black video, colour-bar, dan juga countdown dan tempatkan pada timeline anda.
  • Untuk meletakkan scene pada timeline anda, cukup double klik pada file yang ada pada bin, atau bisa juga anda drag kemudian anda letakkan pada timeline.
  • Setelah itu set “in” dan “out”nya
  • Terakhir render, dan lihatlah hasilnya

A/B Roll Video Editing

  1. Pada mode A/B Roll editing, setiap scene berada pada satu layer diatas atau dibatah layer yang lain, kemudian transisi berada diantaranya.
  2. Pada Premiere anda bisa melakukan itu melalui menu WINDOW -> WORK SPACE -> A/B EDITING
  3. Untuk melihat perbedaannya, anda bisa mencoba membandingkan dengan memilih SINGLE-TRACK EDITING
  4. Anda bisa memilih sesuai dengan keinginan anda

TRANSISI

Transisi merupakan efek pada perpindahan antar scene. Efek yang biasa digunakan yaitu :
  • Wipes atau fades yang menghubungkan antara klip yang satu dengan yang lainnya
  • Cukup drag efek tersebut antara kedua klip, kemudian tinggal atur sesuai dengan kebutuhan anda.
  • Sebenarnya ada banyak efek yang lain, namun anda harus memperhatikan ketepatan penggunaannya. Karena jika penggunaan tidak tepat, maka hasilnya juga kurang bagus.

FILTER

  1. Klik pada klip yang ingin anda berikan filter, kemudian tinggal atur filternya sesuai kebutuhan
  2. Filter ini bisa digunakan untuk mengatur brightness, Contrast, B/W, Color correction, Emboss, dll.
  3. Disini anda perlu bereksperimen untuk dapat menggunakan filter dengan baik

MOTION FX

  • Klip pada klip yang akan anda beri efek
  • kemudian buka box efek, dan pilih efek yang ingin anda tampilkan
  • Atur keyframe pada motion path

CLIP SPEED

Pada saat proses editing anda dapat mempercepat atau memperlambat baik klip video, maupun suaranya. Untuk dapat melakukan itu, caranya adalah :
  • Pilih Clip-speed kemudian atur berapa persen kecepatannya. kurang dari 100% berarti melambat, lebih dari 100% mempercepat
  • Jika anda isikan negatif (-), maka video anda akan reverse atau mundur
  • Saat anda mengisikan nilai kurang dari 100%, pilih “De-Interlaced” pada Clip-Video Option -> Field options
Demikian tipsnya Selamat mencoba semoga bermanfaat.

Membuat Logo Facebook

Software : Corel Draw X4





pertama2 sebelum memulai design, kita download font type nya dulu.. (itu loh yang huruf F nya)

- dari Indowebster download disini
- kalo ga ngerti download dari Indowebster, coba download dari 4shared disini

okelah kalo begitu, kalo udah di download, ekstrak filenya (No virus koq, tapi buat jaga2 scan dulu sbelum di ekstrak)

Cara Ekstrak (buat yang ga ngerti) :
- Klik kanan file rar nya (inget scan dulu)
- Extract to Namafile

Lalu install font di windows, How? :
- Buka folder yang tadi di install (isinya font2 Klavika),
- kalo udah, copy atau cut semua fontnya,
- Buka Windows Explorer >> cari drive Windows >> jika Windows nya di install di Drive (C:) maka buka drive itu,
- buka Drive nya, nanti ada Folder Windows, buka foldernya,
- Cari folder Fonts, buka foldernya, dan paste semua font2 tadi di situ (otomatis terinstal nanti)

Oke, selanjtunya kita mulai design. :)

STEP I
buka Corel Draw temen2, pilih New Blank Document.
Kalo udah keluar layar kerjanya, pertama2 ubah satuan dari inches menjadi pixels, (liat gambar untuk jelasnya).

Click untuk memperbesar gambar.

STEP II

buat sebuah persegi, dengan Rectangle Tool (F6) lalu ganti Object Size yang Vertical dan Horizontal menjadi 260px dan 260px

Itu dirubah dua duanya yang atas sama bawah jadi 260px.


STEP III

berikan warna Deep navy Blue untuk kotak itu, lalu hilangkan outline nya (klik kanan pada tanda silang di Color Palette)..
setelah itu buat ujung2 (corners) nya menjadi tumpul (rounded) dengan cara :
"Seleksi gambar dengan cara mengklik, masukkan angka 30 pada Left Rectangle Corner Roundness dan Right Rectangle Corner roundness >> tekan Enter."
Lihat gambar :

Click gambar untuk memperbesar.


STEP IV
Sebelum memberikan Efek bayangan, gandakan dulu persegi nya (Copy Paste aja) taro copy nya di samping kanannya.
Setelah itu berikan efek Drop Shadow pada persegi pertama >> pilih property nya jadi Small Glow >> lalu rubah Drop Shadow Feathering nya menjadi 10 >> ganti warna bayangan menjadi hitam (biasanya warna default = merah).

Click untuk memperbesar gambar.


STEP V

Kita lupain dulu tuh persegi pertama, sekarang kita beralih ke persegi yang kanan, tapi kali ini kita ganti Object Size yang Vertical dan Horizontal menjadi 250px dan 250px
Berikan warna Navy blue pada persegi nya,
Lihat gambar


Click untuk memperbesar gambar.


STEP VI

Selanjutnya buat elipse yang gede, kira-kira tinggi nya 185px lebarnya 620px , Letakkan elipse nya memotong seperempat persegi yang kanan, Lalu seleksi kedua objek tadi (persegi baru dan elipse) dan klik Intersect pada property bar.
Lihat Gambar

Click untuk memperbesar gambar.


Intersect gambar :
Click untuk memperbesar gambar.


STEP VII
Kalo intersect udah di klik, selanjutnya klik gambar elipse nya, lalu buang (tekan Delete).
Nah kita tadi baru aja bikin object baru yang membuat persegi terbelah dua (atas - bawah).
Sekarang klik bagian atas persegi dan berikan warna putih hingga menjadi seperti ini.


Lalu lakukan transparency pada object putih nya menggunakan Interactive Tranpasrency Tool hingga seperti ini



STEP VIII
Buat persegi kecil yang tinggi nya 40px, lebar 220px dengan sudut corner nya 50.
Beri warna putih dan hilangkan outline nya,
letakkan di bawah persegi yang tadi..

Click gambar untuk memperbesar.

Berikan Efek transparancy lagi seperti di atas, hingga menjadi seperti ini.

Kalo udah di transparency, seleksi semua yang ada di persegi kedua (kanan) lalu klik kanan pilih Group / tekan Ctrl + G


STEP IX
Selanjutnya kita buat Text dengan Text Tool (F8)
Pilih font type yang tadi kita download (Klavika Bold) dengan fontsize 72 pt.
Lalu ketik satu huruf aja , yaitu huruf " f " ( f kecil bukan huruf capital ) .
Berikan warna putih dan outline nya hitam.




STEP X

langkah terakhir tinggal di tumpukin semua gambarnya jadi satu kaya gini nih



Nah, selamat mencoba ya kawan :)

Kamis, 12 April 2012

Macam-Macam Jenis Kertas Digital Photo Printing

Ilmu grafis tutorial desain macam-macam jenis kertas digital photo printing atau jenis kertas untuk mencetak foto digital dengan kualitas dan harga yang beragam. Perkembangan alat cetak (printer) sekarang ini sangat cepat, sampai-sampai kita belum sempat mengenal satu jenis printer, jenis yang lain sudah beredar dipasaran. Berbeda dengan kertas photo printing yang cenderung tetap, walaupun ada perbaikan berupa kulitas kertas dan kekuatannya. Bagi kita yang akan menggeluti dunia Digital Photo Studio mengenal jenis kertas photo printing wajib hukumnya, karena hal ini berhubungan langsung dengan kepuasan konsumen.

Bukan berarti harga kertas mahal akan menghasilkan hasil cetakan optimal, pengetahuan jenis printer (teknologi, rpm dan tinta yang dipakai) dan jenis kertas foto sangat menentukan hasil akhir cetakan (diluar kemampuan editing foto). Untuk itu kita perlu mencocokkan jenis printer, jenis tinta, rpm printer dengan jenis kertas untuk menghasilkan kualitas cetakan foto yang sesuai bahkan memuaskan konsumen.
Ada beberapa jenis kertas foto printing yang banyak beredar dipasaran, diantaranya :
1. Matte / Doff paper
Sangat mudah menyerap tinta sehingga bisa dipakai untuk ngumpetin kualitas tinta dan printer sekaligus tidak memantulkan cahaya. Mencetak foto warna bisa dilihat dari kebutuhannya. Kalau untuk dibingkai atau banyak dipegang-pegang, kertas doff lebih awet dan tidak lengket. Kertas jenis ini seringkali menjadi rekomendasi untuk kertas cetak foto dengan hasil yang bagus.
2. Sublime Paper
Kertas jenis ini bukan digunakan untuk mencetak foto sebagai pajangan dirumah, didompet atau untuk dibingkai tetapi kertas ini digunakan sebagai mediator (media perantara) transfer gambar ke t-shirt (kaos). Jadi bila kita ingin sebuah gambar dipindahkannya ke t-shirt (kaos) maka gunakanlah jenis Sublim Paper karena kertas ini mampu memindahkan tinta dengan maksimal ke t-shirt.
3. Double-Side Paper
Jenis kertas ini mampu digunakan untuk mencetak foto pada kedua sisinya (depan dan belakang). Kualitas foto yang dihasilkan juga cukup bagus, tidak terlalu mengkilap dan cenderung doff. Jenis kertas ini cocok digunakan untuk mencetak pamflet yang biasanya digunakan untuk sarana promosi, sehingga para konsumen dapat melihat dikedua sisinya.
4. fiber matte
Kertas Fiber Base paling tahan lama, karena dia menggunakan kertas dengan pH netral ( biasa di sebut Archival Paper ).
5. Pemium Glossy foto Paper
Kertas jenis ini biasa disebut oleh para penggunanya dengan sebutan high glossy, kertas jenis ini mampu menghasilkan cetakan dengan efek yang lebih mengkilap. Kertas jenis ini sangat cocok untuk mengcetak foto dengan resolusi tinggi. Walaupun harga kertas ini lebih mahal tetapi jika kita gunakan, akan menghasilkan cetakan foto yang maksimal dan lebih cerah.
6. Sticker Glossy foto Paper
Sering kita menjumpai sticker yang menampilkan foto dengan warna dasar kertas putih dan mengkilap, jenis ini sangat cocok untuk keperluan pembuatan sticker serta mampu mencetak foto beresolusi tinggi.
7. Laster foto Paper
Laster foto paper biasanya digunakan untuk keperluan dokumenter karena jenis kertas ini sangat awet bahkan bisa bertahan hingga puluhan tahun, tidak mudah pudar, mampu menghasilkan efek doff, dan sangat cocok untuk foto dengan resolusi tinggi. Permukaan kertas yang mirip kulit jeruk adalah ciri khas untuk membedakan dengan jenis kertas lain. Ketahanan hasil cetakan membuat para konsumen puas, mungkin jenis ini bisa menjadi pertimbangan jika kita ingin serius didunia digital foto printing.
8. Glossy foto Paper / glanz paper
Kertas ini merupakan jenis standar cetak foto. Dengan jenis kertas yang mengkilap, permukaan memantulkan cahaya, permukaan lebih lengket terhadap kaca pigura dan putih mampu menghasilkan cetakan yang standar. Dapat digunakan untuk foto resolusi tinggi dan harga kertas yang relatif murah (standar cetak foto).
9. Canvas Paper
Jenis kertas ini jika kita gunakan untuk mencetak foto akan menghasilkan cetakan dengan sentuhan canvas layaknya sebuah lukisan. Hasil akhir cetakan akan menampilkan foto yang persis dengan kertas canvas.
10. Inkjet Paper
Kertas ini kurang cocok untuk keperluan digital foto printing, jenis kerta inkjet ini biasanya digunakan untuk keperluan grafis, seperti mencetak sketsa gambar, proof arsitektur rumah, grafik bar, dan sebagainya. Kualitas kertasnya lebih bagus dari jenis HVS karena serapan pada tinta lebih bagus dan cepat kering.
11. Metallic paper
Seperti glossy, tapi lebih mengkilap lagi, ada sedikit warna keemasan /metalik. Metallic paper mempunyai permukaan halus dan terlihat agak mengkilat. Sangat cocok dengan namanya karena ada titik-titik metallic pada permukaan kertas ini.
12. Metallic + laminating paper
Hampir sama dengan metallic paper namun pada salah satu sisi ada plastik atau sejenisnya yang menutupi.
13. silky paper
Permukaan kertas lembut namun tidak mengkilat. Daya lekat tinta cukup tinggi sehingga tinta tidak mudah bercecer. Sekaligus bagian permukaan kertas ini tidak mudah terbawa oleh head printer membuat hasil cetakan menjadi lebih baik.
Itulah jenis-jenis kertas yang banyak beredar dipasaran, tetapi sebenarnya masih banyak jenis lainnya. Jenis yang sudah dijelaskan adalah yang paling mudah untuk ditemukan disekitar kita. Kemampuan kita sangat mempengaruhi hasil akhir cetakan, dengan mengenal jenis kertas memudahkan kita menyesuaikan dengan keperluan cetak. Setiap merk kertas mempunyai tingkat daya serap tinta yang berbeda yang juga akan berpengaruh pada hasil cetakan. Ada baiknya Anda berkonsultasi dengan penjual kertas (grosir) untuk mengetahui hasil lebih detail atau mencobanya satu persatu untuk mendapatkan pengalaman. Namun jika sekedar mini studio, ambil kertas glossy dan doff sudah mencukupi.
Semoga Anda menikmati artikel ini dan jangan lupa bergabung dengan teman-teman yang lain di Facebook AhliDesain, dan ikuti Twitter saya. Jika Anda menyukai artikel-artikel dari saya jangan lupa untuk memasukkannya dalam subscribe ke ahlidesain RSS Feed.
Bila ada yang ditanyakan, saran, tanggapan dan ide kreatif silakan isi pada komentar, saya akan mencoba menjawab secepat dan sebaik mungkin.

Format Ukuran Cetak Foto

Formula :
  • cm  x  0.39* = in
  • in  x  2.54 = cm
Dalam CM Kode Dalam Inchi
6.35 x 8.89 2R 2.5 x 3.5
8.89 x 12.7 3R 3.5 x 5
10.6 x 15.24 4R 4 x 6
12.70 x 17.78 5R 5 x 7
15.24 x 20.32 6R 6 x 8
20.32 x 25 40 8R 8 x 10
25.4 x 30.5 10R 10 x 12
25.4 x 38.1 10R Plus 9.9 x 14.85
30.48 x 39.37 12R 12 x 15.5
40.64 x 50.80 16R 16 x 20
50.80 x 60.96 20R 20 x 24
60.96 x 80.01 24R 24 x 31.5
75 x 100 30R 30 x 40
Ukuran Maksimal Kertas Foto Ponsel Kamera
Ponsel 0.1 megapixel (352×228)
ukuran teoritis 3 x 2.4 cm ukuran yang mendekati pasfoto 2×3
ponsel 0.3 megapixel (640×480)
ukuran teoritis 5.4 x 4.1 cm ukuran yang mendekati pasfoto 4×6
Ponsel 1.0 megapixel (1.152×864)
ukuran teoritis 9.7 x 7.3 cm ukuran yang mendekati 2 R (6 cmx 9 cm)
Ponsel 1.2 megapixel (1.280×960)
ukuran teoritis 10.8 cm x8.1 cm ukuran yang mendekati 2 R (6 cm x 9 cm)
Ponsel 1.3 megapixel (1.280×1.024)
ukuran teoritis 10.8 x 8.7 cm ukuran yang mendekati 2 R (6 cm x 9 cm)
Catatan
Sebaiknya gunakan ukuran inchi dalam pembuatan gambar kemudian baru disesuaikan dengan satuan cm. Ini dilakukan karena konversi dari inchi ke centimeter di atas tidak terlalu detail. Pada dasarnya ukuran kertas dari awalnya memang menggunakan satuan inchi.

Ukuran Pas Photo

Bagi anda yang sedang atau akan melamar kerja tentu butuh banyak foto, ini tips agar berhemat :) Photoshop bisa membuat pasfoto murah dibantu dengan  kertas cetak foto dan print warna. Biasanya ukuran cetak foto ini adalah 3×3 3×4 dan lain sebagainya. Pada dasarnya ukuran ini berdasarkan ukuran centimenter (cm),  namun seiring berkembangnya jaman, ukuran ini mengalami pergeseran, bisa karena menghemat atau agar terlihat pas saja. Jika anda pakai photoshop setting pada ukuran pas photo:
  • 2×3 ; 2.1 cm x 2.8 cm, jika dibuat 2×3 cm, fotonya tidak seimbang terlalu memanjang
  • 3×4 ; 2.8 cm x 3.8 cm, sisa 0.2 cm dibuat sebagai batas potongan kertas (grs putih pinggir)
  • 4×6 ; 4 cm x 5.8 cm, jika dibuat 4×6 cm, fotonya tidak seimbang terlalu memanjang.

Penguins of Madagascar


Penguins of Madagascar

Ini nih salah satu kartun favoritku di Global TV, produksinya Nickelodeon: Penguins of Madagascar. Mereka adalah sekelompok pinguin yang tinggal di sebuah kebun binatang yang beranggotakan Rico, Kowalski, Private, dan Skipper. Mereka selalu menggunakan segala cara untuk menyukseskan misi mereka: Bebas dan pergi ke Antartika. Namun di serial TV Nickelodeon, sepertinya setting waktu cerita mereka adalah sebelum mereka bertemu dengan Alex dkk.
Mo kenal dengan mereka? Ini dia:
Rico of Madagascar
Rico
Penguin yang satu ini bisa disebut sebagai 'freak' karena memang sedikit aneh dan nyentrik. Rico punya sifat militan, patuh pada perintah dan strategi, dan paling kuat diantara pinguin lainnya. Punya bekas luka gores di paruh kiri, seakan-akan bekas luka akibat pertempuran. Jambul howark nya justru bikin tambah aneh, belum lagi kebiasaannya yang sangat sedikit ngomong, dan kemampuan khususnya memuntahkan segala peralatan dari perutnya.

Private of Madagascar
Private
Yang paling muda, pendek, dan lugu adalah Private. Dia punya hati yang halus dan baik, serta sangat sopan. Karakternya sangat imut, dan sering dianggap sebagai adik bagi ketiga penguin lainnya, dalam arti positif, karena persahabatan keempat pinguin ini sangat kuat dan tidak pernah sengaja berbuat tidak adil.
Kowalski of Madagascar

Kowalski
Si jenius ini merupakan ahlinya ilmu pengetahuan, suka bereksperimen dan menciptakan alat walau kadang alat ciptaannya tidak efektif atau bahkan malah menyusahkan. Bagi Skipper, Kowalski adalah tangan kanannya karena Kowalski lah yang dapat mewujudkan rencana-rencana Skipper.

Skipper of Madagascar

Skipper
Ini dia pemimpin dari geng pinguin ini. Punya sikap tegas, pintar ber-strategi, dan dihormati ketiga pinguin lainnya menjadikannya pemimpin yang sangat efektif. Sebagian besar rencananya sukses, termasuk membawa Alex dkk keluar dari Kebun Binatang. Skipper sangat pandai dalam memanfaatkan kemampuan setiap pinguin dan tokoh lain, walau kadang dia sedikit keras kepala.

Masih ada tokoh-tokoh lainnya juga seperti King Jullian, Morish dll, namun sekian aja dulu. Hehehe...

Senin, 09 April 2012

AK-47

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
AK-47 (data di bawah untuk AK-47 Tipe 1)
AK-47 Tipe 2. Ini adalah varian pertama yang menggunakan receiver tipe machined.
AK-47 Tipe 2, varian pertama yang memakai receiver tipe machined.
Tipe Senapan serbu
Negara asal Uni Soviet
Sejarah pemakaian
Masa penggunaan 1949
Digunakan oleh Uni Soviet, banyak lainnya
Sejarah produksi
Perancang Mikhail Kalashnikov
Tahun 1947
Jumlah produksi Di atas 100 juta[1]
Varian Lihat Varian
Spesifikasi
Berat 4,3 kg
Panjang 870 mm (34¼ inci)
Panjang laras 415 mm (16,3 inci)

Peluru 7,62 x 39 mm
Mekanisme Operasi gas, bolt berputar
Rata² tembakan 600 butir/menit
Kecepatan peluru 710 m/s
Jarak efektif 300 m
Amunisi Magazen box 30 butir,
Magazen box RPK 40 butir,
Magazen drum RPK 75 butir
Alat bidik Bidikan besi
AK-47 (singkatan dari Avtomat Kalashnikova 1947, Rusia: Автомат Калашникова образца 1947 года) adalah senapan serbu yang dirancang oleh Mikhail Kalashnikov, diproduksi oleh pembuat senjata Rusia IZhMASh, dan digunakan oleh banyak negara Blok Timur semasa Perang Dingin. Senapan ini diadopsi dan dijadikan senapan standar Uni Soviet pada tahun 1947.[2] Jika dibandingkan dengan senapan yang digunakan semasa Perang Dunia II, AK-47 mempunyai ukuran lebih kecil, dengan jangkauan yang lebih pendek, memakai peluru dengan kaliber 7,62 x 39 mm yang lebih kecil, dan memiliki pilihan tembakan (selective-fire). AK-47 termasuk salah satu senapan serbu pertama dan hingga kini merupakan senapan serbu yang paling banyak diproduksi.[2][3]

Sejarah

Latar belakang desain

Pada Perang Dunia II, Jerman menciptakan konsep senapan serbu. Konsep ini didasari pengalaman bahwa pertempuran modern lebih banyak terjadi pada jarak yang cukup dekat, yaitu sekitar 100 meter. Tenaga dan jangkauan peluru pada saat itu ternyata terlalu besar. Maka, Jerman mulai mengembangkan peluru dan senapan yang mempunyai sifat submachine gun (isi magazen banyak dan bisa menembak full-otomatis) dengan peluru yang jangkauannya bisa sampai 300 meter. Dengan mempertimbangkan biaya produksi, ini dicapai dengan memendekkan peluru 7,92 x 57 mm Mauser menjadi ukuran 33 mm yaitu 7,92 x 33 mm Kurz (Kurz berarti pendek).
Hasil akhirnya, Sturmgewehr 44 (StG44), memang bukan senapan pertama yang menggunakan konsep ini; sebelumnya Italia dan Uni Soviet pernah merancang konsep yang serupa. Tetapi, Jerman adalah yang pertama untuk memproduksi masal senapan mereka. Jerman banyak menggunakan senapan baru mereka untuk menghadapi Soviet di Front Timur. Pengalaman Uni Soviet melawan Jerman inilah yang memengaruhi doktrin Soviet pada tahun-tahun berikutnya.
Berdasarkan doktrin Soviet, Mikhail Kalashnikov mulai memikirkan desain senapannya sejak di rumah sakit, setelah terluka pada pertempuran di Bryansk. Ia mendapat informasi bahwa sebuah senjata baru sedang dicari, untuk dipakai dengan peluru 7,62 x 41 mm yang dibuat oleh Elisarov dan Semin pada 1943. Tapi kali itu, desain Kalashnikov kalah melawan desain Sudayev, yaitu PPS43. Kalashnikov mengubah desain pertamanya setelah ia mempelajari StG44 Jerman pada tahun 1946. Karena rancangannya cukup mengesankan, Kalashnikov lalu dipilih untuk memimpin sebuah tim desain.

Konsep desain

Meskipun mirip, Mikhail Kalashnikov menyangkal bahwa desainnya dibuat berdasarkan StG44 Jerman. AK-47 lebih tepat dikatakan sebagai campuran dari inovasi-inovasi pada tahun-tahun sebelumnya. Misalnya, mekanik AK-47 lebih mirip M1 Garand daripada senapan-senapan Jerman. Locking lugs ganda, unlocking raceway, dan mekanisme pelatuk telihat mirip desain Amerika tersebut.[4] Ini adalah hal yang wajar, mengingat bahwa jutaan M1 Garand telah sukses dipakai di segala penjuru dunia. Walau secara mekanis mirip dengan M1 Garand, konsep peluru, tata letak komponen, sistem gas, dan metode perakitan AK-47 jelas mirip dengan StG44.[5]
Jeniusnya AK-47 adalah, bahwa desainnya paling tepat untuk produksi masal. Jadi AK-47 berhasil menggabungkan keunggulan M1 Garand dengan StG44, dan bisa diproduksi dengan cepat oleh Uni Soviet pada saat itu.

Perkembangan receiver

AK-47 Tipe 3A (atas), dengan pendahulunya, senapan SKS.
AKMS dengan receiver Tipe 4B (atas), dan AK-47 dengan Tipe 2A.
Pada awalnya produksi receiver (bagian badan senapan yang berisi mekanisme penembakan) menemui banyak masalah. Model produksi pertama menggunakan receiver yang terbuat dari stamping (cetak besi) lembaran logam. Masalah yang ditemui adalah sulitnya mengelas railing pemandu dan ejektor, yang akhirnya menyebabkan banyaknya penolakan.[6] Tapi masalah ini tidak menghentikan produksi, sebagai penyelesaiannya, receiver stamping logam digantikan dengan receiver machined (dibentuk dengan alat/mesin khusus).[7] Proses ini memang lebih mahal, tapi untungnya alat-alat dan pekerja yang dibutuhkan sudah tersedia, sebelumnya dipakai untuk produksi Mosin-Nagant. Karena masalah-masalah tadi, Uni Soviet baru bisa mendistribusikan senapan-senapan ini secara luas pada tahun 1956. Pada saat yang bersamaan, produksi senapan pendahulu AK-47, SKS, tetap berlanjut.[7]
Setelah masalah produksi berhasil diselesaikan, pada tahun 1959 sebuah rancangan baru dirumuskan dan diberi nama AKM (M untuk modernisasi—dalam bahasa Rusia: Автомат Калашникова Модернизированный).[8] Model baru ini menggunakan receiver stamping logam dan dilengkapi sebuah muzzle break di ujung laras, untuk mengurangi tendangan. Selain itu ditambahkan juga penahan hammer (palu pemukul peluru) agar senapan bisa menembak dengan baik pada pilihan tembakan full-otomatis.[9] Model baru ini lebih ringan dari model awal, sekitar dua-pertiga berat awal.[8] Mayoritas produksi senapan Kalashnikov di luar Rusia, dengan lisensi maupun tanpa lisensi, menggunakan model AKM ini, karena mudahnya pembuatan receiver stamping. Model inilah yang paling banyak ditemui dan diproduksi di seluruh dunia. Tetapi, hampir semua senapan buatan Kalashnikov biasa disebut AK-47, ini adalah keliru, sebab AK-47 hanya adalah senapan-senapan yang menggunakan tiga model receiver paling awal.[10] Gambar di samping memperlihatkan perbedaan antara receiver machined AK-47 Tipe 2, dengan receiver stamping AKM Tipe 4, misalnya digunakannya sekrup dan bukan pengelasan, serta perbedaan lesung kecil di atas magazen.
Tipe receiver Penjelasan
Tipe 1A/B Receiver stamping AK-47 pertama. -1B dimodifikasi untuk popor lipat. Yaitu sebuah lubang tersedia pada kedua sisi, untuk dipasang popor lipat ke bawah. (penamaan B ini tetap sama untuk selanjutnya)
Tipe 2A/B Menggunakan besi machined.
Tipe 3A/B Versi "final" receiver machined, terbuat dari baja. Receiver AK-47 yang paling banyak ditemui.
Tipe 4A/B Receiver stamping AKM. Desain yang paling banyak dipakai pada pembuatan senapan AK.

Fitur

Prajurit Romania dengan AIMS, AKMS buatan Romania.
AK-47 adalah senapan yang sederhana, tidak mahal untuk diproduksi, dan mudah dibersihkan dan dirawat. Ketahanan dan kehandalannya terkenal legendaris.[11][12][13][14] Piston gasnya yang besar, keleluasaan jarak pada bagian-bagian mekaniknya, dan desain pelurunya, membuat AK-47 bisa tetap menembak dengan lancar walaupun komponen dalamnya terisi kotoran atau benda asing. Tapi kehandalan ini sedikit mengorbankan akurasi, karena toleransi yang besar pada bagian mekaniknya tidak menjamin ketepatan dan kekonsistenan yang terdapat pada senapan-senapan yang lebih akurat.
Bidikan belakang AK-47 bisa diatur, dengan setingan jarak yang selisihnya masing-masing 100 meter. Bidikan depan juga bisa diatur setingan elevasinya di lapangan. Dan setingan horizontal diatur di gudang senjata sebelum diberikan ke pemakai. Setingan bidikan standar diatur untuk menempatkan peluru beberapa sentimeter di atas atau di bawah titik yang dibidik, pada jarak 250 meter. Setingan "point-blank" seperti ini dipakai agar penembak tidak perlu mengubah setingan alat bidik pada jarak dekat. Setingan seperti ini sama dengan yang digunakan untuk Mosin-Nagant dan SKS, agar memudahkan masa peralihan dan pelatihan.
Lorong laras dan kamar peluru, serta piston gas dan interior silinder gas AK-47 biasa dilapisi dengan krom. Ini sangat membantu memperpanjang umur alat-alat tersebut, karena mencegah korosi dan karat. Dan ini sangat penting, mengingat amunisi pada abad ke-20 sering berisi unsur merkuri yang korosif, yang mengharuskan pembersihan secara rutin untuk mencegah kerusakan. Pelapisan krom pada bagian-bagian penting senapan sekarang sudah lazim pada senjata-senjata modern.[15]

Pengaruh terhadap kebudayaan

Pada masa Perang Dingin, Uni Soviet, Tiongkok, dan Amerika Serikat memberikan peralatan dan teknologi kepada negara-negara sekutu mereka, beserta pasukan-pasukan pemberontak yang mereka dukung. Pada masa itu terjadi penyebaran besar-besaran AK-47 oleh Uni Soviet dan Tiongkok kepada negara-negara dan grup-grup pro-komunis, misalnya Sandinista Nikaragua dan Viet Cong. Desain AK-47 disebarkan ke 55 angkatan bersenjata dunia.[1]
Penyebaran AK-47 ini tidak hanya terlihat dari jumlahnya saja, AK-47 ada di dalam bendera dan lambang Mozambik. Selain itu juga terdapat pada lambang Burkina Faso, dan bendera Hizbullah. "Kalash", kependekan dari "Kalashnikov", dipakai sebagai nama anak laki-laki di beberapa negara di Afrika.
Di Amerika, pembuat film sering mempersenjatai penjahat dan teroris dengan AK-47. Banyak pula permainan komputer, permainan video, dan lagu-lagu rap yang menampilkan AK-47. Pembuat mainan dan industri airsoft juga memproduksi jutaan replika AK-47.

Varian

Seorang prajurit Romania membantu seorang prajurit AS menembakan RPK, versi senapan mesin ringan dari AK-47.
Varian-varian Kalashnikov adalah:
  • AK-47 1948–51, 7,62 × 39 mm — Model paling awal, yang menggunkan receiver stamping Tipe 1, dan sudah sangat langka.
  • AK-47 1952, 7,62 x 39 mm — Menggunakan receiver machined dengan popor dan pegangan kayu. Laras dan kamar peluru dilapisi krom untuk mencegah korosi. Berat senapan 4,2 kg.
  • AKS-47 — Menggunakan popor lipat ke bawah yang mirip popor MP40 Jerman.
  • RPK, 7,62 x 39 mm — Versi senapan mesin, dengan laras yang lebih panjang dan bipod (penyangga kaki 2).
  • AKM, 7,62 x 39 mm — Lebih sederhana dan lebih ringan dari AK-47; menggunakan receiver Tipe 4 yang terbuat dari logam stamping. Berat menurun jadi 3,61 kg, karena receiver yang lebih ringan.
  • AKMS, 7,62 x 39 mm — Versi AKM yang menggunakan popor lipat ke bawah atau ke samping.
  • AKMSU, 7,62 x 39 mm — Versi pendek dari AKM yang menggunakan popor lipat ke bawah. Panjang laras 35 cm.
  • Seri AK-74, 5,45 x 39 mm — Lihat artikel utama.
  • Seri AK-101, 5,56 x 45 mm — Lihat artikel utama.
  • Seri AK-103, 7,62 × 39 mm — Lihat artikel utama.
  • Seri AK-107/108 — Lihat artikel utama.
Pada tahun 1978, Uni Soviet mulai menggantikan senapan AK-47 dan AKM dengan rancangan yang lebih baru, yaitu AK-74.

[sunting] Produksi di luar Rusia

AKM buatan Romania, AIM. Receiver Tipe 4A.
KbK AK/PMK buatan Polandia. Receiver Tipe 3A.
Kbk AKS/PKMS buatan Polandia. Receiver Tipe 3B.
Kbk AK/PNG60 buatan Polandia. Dengan pelontar granat dan magazen khusus untuk menembakan granat. Receiver Tipe 3A.
Yang terdaftar hanya varian militer saja. Rangkuman dari informasi yang terdapat pada buku Poyer, The AK-47 and AK-74 Kalashnikov Rifles and Their Variations.