Kamis, 24 Mei 2012

teori dasar fotografi (pencahayaan)



1. Foto tercipta dengan kerja sama lensa dan kamera...

2. Pada lensa terdapat diafragma yang mengatur besar kecilnya cahaya yang akan masuk ke kamera...

3. Pada kamera ada rana yang mengatur lama sebentarnya cahaya masuk ke dalamnya

4. Perhatikan dua kombinasi dari poin 3. Di lensa ada diagrafgma yg menyangkut soal BESAR/KECIL, di kamera ada rana yg soal LAMA/SEBENTAR

5.Jadi, masuknya cahaya ke kamera sampai menghasilkan foto menyangkut besar/kecilnya cahaya dan lama/sebentarnya dia menyinari...

6. Foto yg baik, tercahayai dgn benar. Benar ukuran cahayanya, benar lama penyinarannya. Artinya kerjasama diafragma dan rana harus TEPAT!

7. Soal pencahayaan dgn benar ini, mari ambil analogi orang mengisi ember pakai kran....

8. Kalau krannya dibuka lebar, menghisi embernya cepet. Kalau kran dibuka kecil, ngisi embernya lama.....ya gak ?

9. Mari bawa logika kran tadi ke kamera. Kalau diafragma dibuka lebar, rana hrs cepat nutup. Kalau diafragma dibuka kecil, rana dibuka lama.

10. Kran yg dibuka besar dan waktunya lama--->ember meluap. Diafragma yg dibuka besar dgn rana lama, foto kelebihan cahaya ---> pucat!

11. Kran dibuka kecil dgn waktu sebentar--->ember tak penuh. Diafragma dibuka kecil dgn rana sebentar--->foto kekurangan cahaya (gelap)

12. Foto kelebihan cahaya disebut over exposure, atau biasa disebut OVER saja...

13. Foto yg kekurangan cahaya disebut under exposure atau bisa disebut UNDER saja...

14. Penegasan: Foto yang baik adalah foto yg tercahayai dengan pas, tidak UNDER dan tidak OVER

15. Foto yg tercahayai dengan baik adalah hasil kombinasi diafragma dan rana yang pas...

16. Kalau saja Anda memotret lalu terlihat OVER, ulangi lagi dgn diafragma yg lebih kecil atau rana yang lebih cepat (waktu lebih singkat).

17. Sedangkan kalau Anda memotret hasilnya UNDER, ulangi lagi dgn diafragma yg lebih besar atau rana yang lebih lambat...

18. Diafgragma klasik (zaman lensa manual) dinyatakan dalam angka2 sebagai berikut 1 -1,4 -2- 2,8- 4 -5,6 -8 -11 -16- 22 dst........

19. Angka diafragma makin besar, artinya bukaan makin sempit. Dari satu angka diafragma ke angka diafragma yg lain disebut satu STOP...

20.Di era digital, angka diafragma makin rumit walau cara kerjanya sama persis. Untuk gampangnya, kultwit ini memakai angka diafragma klasik

21.Sedangkan rana dinyatakan dalam angka2 yg artinya seper detik. Angka 500 artinya seperlimaratus detik.

22. Angka rana klasik: 2-4-8-15-30-60-125-250-500-100-200-4000

23.Kenaikan antar angka rana juga disebut 1 STOP....

24.Satu STOP difragma nilainya persis sama dgn satu STOP rana. Artinya jika diafragma dikecilkan 1 Stop, rana dilambatkan 1 Stop agar imbang

25. CONTOH: diafragma 5,6 dgn rana 125 itu sama dengan diafragma 8 dgn rana 60. Coba dipikirkan baik2 dulu....

26. Diafragma 11 dgn rana 125 itu sama dengan diafragma 5,6 dgn rana 500....

27. Diafragma 11 dgn rana 125, sama dengan diafragma 16 dgn rana 60....

28. OK...itu tadi kombinasi dua arah antara diafragma dan rana saja.....Dlm fotografi, kombinasi itu ada 3, dan satu lagi adalah ISO.....

29. Mari kita mulai merambah ke ISO.....Dan kita kembali memakai analogi mengisi ember pakai kran...

30. Apa yg harus kita lakukan kalau aliran kran kecil sementara kita juga buru2?...bagaimana supaya ember bisa penuh? Jawaban: GANTI EMBER!

31. Ganti ember dalam fotografi adalah ganti ISO....mana kala ember tidak penuh, kita ganti ember kecil PASTI PENUH...

32. Jadi manakala kita sudah buka diafragma lebar2, tapi tidak bisa melambatkan rana lagi, naikkan ISO!

33. ISO adalah kepekaan sensor kamera terhadap cahaya. makin tinggi ISO, makin peka terhadap cahaya (alias ukuran ember makin kecil)

34. Angka ISO dinyatakan dgn 50-100-200-400-800-1600-3200-6400 dst...Makin besar angkanya, makin peka cahaya. Antar angka ISO adalah 1 STOP

35. ISO dalam era digital SAMA PERSIS dgn ISO di jaman dulu. Semua teori dasar fotografi analog dan digital SAMA PERSISSSSSSSS...

36. OK...kini kita sudah masuk ke segitiga. Bukaan kran, lama ngisi ember dan besarnya ember.......

37. Kalau kita mau mengubah-ubah tingkat pencahayaan, kita bisa memainkan nilai stop dari tiga arah: dari diafragma, dari rana atau dari ISO

38. Sebelum menjabarkan efek ISO tinggi atau efek bukaan diafragma besar, kita perjelas hubungan dafragma, rana dan ISO dulu dgn soal contoh

39. Kombinasi ISO 400, diafragma 8 dan rana 500 setara dgn ISO 400, diafragma 5,6 dan rana 1000

40. Kombinasi ISO 400, diafragma 8 dan rana 500 setara dgn ISO 800, diafragma 8 dan rana 1000

41.OK! pelajari berbagai contoh tadi. Rasakan logika ini dgn analogi mengisi ember (buka kran besar apa efeknya, ember kecil apa efeknya)

42. Itu adalah cara bagaimana mendapatkan pencahayaan yang tepat....Itu adalah TEORI DASR FOTOGRAFI yang baik dan benar (dan tidak sombong)

43. ISO makin tinggi, foto yg dihasilkan makin kasar ("berpasir", alias grainy)

44. Diafragma makin sempit (angkanya makin besar), Depth of Field (DOF) makin lebar...

45. DOF adalah ruang tajam. DOF yg lebar membuat beberapa meter di depan dan di belakang titik fokus ikut terekam tajam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar